Invent

- eXclusive WordPress


Tutorial SEO Halaman Error 404 Page Not Found

Disclaimer: Sama seperti plugin STT2, plugin SEO ALRP ini sebenarnya bisa putih, tapi juga bisa jadi agak hitam, jd kalau ada yg menyalahgunakan, aku tidak bertanggung jawab sama sekali lo ya hihihi…

Ok, untuk membuat halaman error 404 lebih SEO friendly (ada ga ya istilah itu? :P ), bisa menggunakan langkah2 seperti ini:

#1. Install plugin SEO ALRP (sekalian promosi hihihi…)
#2. Ubah judul halaman dan tambahkan meta description dan meta keywords.

Edit file header.php dari theme yg sedang digunakan, dan tambahkan kode berikut ini diantara kode <head> dan kode </head>, kalau mau gampang, letakkan aja TEPAT setelah kode <head>.

<?php
if(is_404()&&function_exists('seo_alrp_get_404_title')){
	$title = seo_alrp_get_404_title();
	echo "<title>$title</title>";
	echo "<meta name=\"description\" content=\"Disini anda bisa menemukan semua informasi mengenai $title.\" />";
	echo "<meta name=\"keywords\" content=\"$title,keyword_utama_situs_anda\" />";
}
?>

Jadi nanti hasil akhirnya kira2 akan seperti ini:

<head>
<?php
if(is_404()&&function_exists('seo_alrp_get_404_title')){
	$title = ucwords(seo_alrp_get_404_title());
	echo "<title>$title</title>";
	echo "<meta name=\"description\" content=\"Disini anda bisa menemukan semua informasi mengenai $title.\" />";
	echo "<meta name=\"keywords\" content=\"$title,keyword_utama_situs_anda\" />";
}
?>
<?php wp_head(); ?>
</head>
<body>

Sampai disini kita sudah berhasil mengubah judul halaman error 404 sesuai keyword yg diambil dari alamat error 404 tersebut, beserta kode meta description dan meta keywordsnya.

Misalnya halaman error 404 page not found tsb beralamat di:
http://exclusivewordpress.com/tutorial-seo-halaman-error-404.html

Maka judul halaman error 404 itu akan berubah menjadi “Tutorial Seo Halaman Error 404″. Dalam kode diatas, huruf pertama pada setiap kata kita rubah menjadi huruf besar dg menggunakan fungsi ucwords.

Terkadang, biarpun jarang terjadi, ada jg theme yg menempatkan kode2 HTML headernya di file yg tidak standar, bukan header.php. Lah terus gimana? Ya dicari dong kang, dibuka filenya satu per satu, atau gunakan fitur Find in Folder aplikasi2 web editor seperti Dreamweaver, Notepad++, PSPad dll.

#3. Karena isi halaman error 404 page not found ini masih kosong, sekarang kita harus menambahkan konten yg berhubungan dg apa yg dicari oleh pengunjung tadi.

Sesuai contoh diatas, berarti kita akan menampilkan semua artikel yg kira2 masih berhubungan dengan kalimat “tutorial seo halaman error 404″.

Caranya kita bisa memanggil kode

<?php if(function_exists("seo_alrp_404")) seo_alrp_404(); ?> 

di dalam file 404.php theme yg sedang di pakai. File 404.php ini bertanggung jawab untuk menampilkan halaman error 404 page not found.

Contoh berikut aku ambil dari file 404.php theme Twenty Ten bawaan WordPress 3.1

<div id="post-0" class="post error404 not-found">
    <h1 class="entry-title"><?php _e( 'Not Found', 'twentyten' ); ?></h1>
    <div class="entry-content">
        <p><?php _e( 'Apologies, but the page you requested could not be found. Perhaps searching will help.', 'twentyten' ); ?></p>
        <?php get_search_form(); ?>

        <?php if(function_exists("seo_alrp_404")) seo_alrp_404(); ?>
    </div><!-- .entry-content -->
</div><!-- #post-0 -->

Sayangnya tidak semua theme punya file 404.php. Solusinya ada dua, pertama dengan mengkopi file lain seperti archives.php dan mengganti namanya menjadi 404.php diikuti dg menganti kodenya sesuai kebutuhan kita.

Solusi kedua agak tidak pasti, tergantung dari theme yg kita gunakan. Biasanya kita bisa memanggil fungsi seo_alrp_404() tadi di dalam file index.php pada bagian yg mengatur tampilan ketika tidak ada blog content (posts/pages) yg ditemukan.

Perhatikan format dasar bagian menampilkan blog post di file index.php berikut ini:

<?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?>
	// kode untuk menampilkan blog content
<?php endwhile; ?>
<?php else : ?>
	// bagian tidak ada blog content yg ditemukan
<?php endif; wp_reset_query(); ?>

Jadi yg harus kita lakukan adalah memanggil kode seo_alrp_404() itu pada bagian ketika tidak ada blog content yg ditemukan, seperti ini:

<?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?>
	// tampilkan blog content
<?php endwhile; ?>
<?php else : ?>
        <?php if(function_exists("seo_alrp_404")) seo_alrp_404(); ?>
<?php endif; wp_reset_query(); ?>

Sekali lagi, setiap theme formatnya berbeda2, tapi secara umum kita bisa menggunakan salah satu dari dua cara diatas. Dan jika menggunakan cara pertama, selalu buat file 404.php-nya berdasarkan file dari theme yg SAMA, jangan membuatnya dari file theme yg berbeda.

Kalau masih ada yg belum jelas, monggo tinggalkan komentar, tapi mohon maaf sebelumnya, jangan tanya sesuatu yg spesifik untuk theme tertentu ya. Silahkan dicoba sendiri. Masak aku disuruh nyari2 theme, dan ngeliatin isinya itu kayak apa, please be creative :D

FIN.

Purwedi Kurniawan
Blogger and WordPress plugin developer.

Read more...


SocialMonkee – Software SEO/Social Bookmark Gratis

SocialMonkee, software SEO gratis baru untuk submit situs kita ke 25 situs social bookmark secara otomatis.

SocialMonkee - Software SEO Gratis

Prinsipnya sih mirip dengan Bookmarking Demon, bedanya, disini dia menggunakan Firefox Addon. Jadi ketika kita membuka halaman yg hendak kita bookmark, cukup klik satu tombol “Monkee” yg ada di pojok kanan bawah Firefox untuk men-submit halaman itu ke 25 situs social bookmark sekaligus.

Yg aku suka dg SocialMonkee, dia akan otomatis membuatkan 25 akun social bookmark untuk kita, keren dah hihihi…

Setiap harinya, kita dibatasi submit 1 link/halaman ke 25 situs social bookmark (jadi totalnya 25 backlink per hari, 750 backlink per bulan). Namanya juga software seo gratis, jd wajar lah kalau ada batasannya gitu :) .

Mereka menawarkan juga versi premium, dimana kita bisa 3x submit perhari ( 3 x 25 x 30 = 2250 backlink per bulan ). Caranya cukup ajak 12 orang teman untuk ikutan menggunakan Social Monkee. Karena cuma ngajak teman, jadi ya gratis juga itungannya hihihi… :D

Purwedi Kurniawan
Blogger and WordPress plugin developer.

Read more...


Populerkan Blog Kita Dengan Facebook

NOTE: Cek disini untuk cara menambahkan Facebook Like dan Facebook Comment tanpa plugin.

Aku sebenarnya baru mencoba cara ini 2 hari yang lalu, tapi jumlah trafik dalam 2 hari ini ternyata meningkat cukup lumayan. Dari webstats terlihat kalau peningkatan trafik ini datangnya dari Facebook.

Yang ku lakukan sederhana aja, cuma menambahkan tombol Facebook Like, Share dan fitur Connect with Facebook di form komentar. Fitur ini memudahkan pengunjung untuk meninggalkan komentar tanpa perlu menuliskan nama dan email lagi, cukup mengklik satu tombol dan dia otomatis dapat berkomentar via akun Facebooknya.

connect with facebook

Keuntungannya, setiap kali pengunjung mengklik Like, Share ataupun memberikan komentar, semua kegiatan ini otomatis akan dipublish di Facebooknya dia, ini berarti promosi gratis blog kita ke seluruh teman-temannya dia.

Disini aku menggunakan plugin Simple Facebook Connect. Namanya emang simple, tapi fiturnya banyak banget, selain koneksi form komentar dg Facebook, ada fitur Like/Recommends, Share, Fan box (untuk menampilkan wall fan page), live stream (untuk menampilkan postingan narsis kita), auto publish artikel baru ke Facebook kita dll. Silahkan dibaca langsung di halaman deskripsinya hihihi…

Setelah plugin ini terinstall, akan ada beberapa plugin baru di daftar plugin kita yg semua namanya diawali dengan SFC -. Namun plugin yg pertama kali harus diaktifkan adalah plugin Simple Facebook Connect – Base. Setelah itu, barulah plugin-plugin lainnya tadi dapat di aktifkan. Untuk fitur koneksi form komentar dan tombol Like misalnya, aktifkan plugin SFC – Comments dan SFC – Like Button.

Sebelum dapat digunakan, ada beberapa setting di halaman Settings » Simple Facebook Connect yg harus kita isi terlebih dahulu.

simple facebook connect

Yang terpenting adalah mengisi kode API Key, Secret dan ID-nya Facebook, seperti contoh berikut ini:

Facebook API Key:     18b1174888c24ea30907b5ffdad8cfa3
Facebook Application Secret:     f1df72ebc40591eb99355dec3f6cbc1d
Facebook Application ID:     182355311800478

 

Untuk mendapatkan Secret dan ID aplikasi Facebook tersebut, klik link ke Facebook aplikasi yg ada disitu, dan buat Facebook aplikasi baru. Pastikan URL yg digunakan pada setting Facebook aplikasinya adalah URL ke blog kita. Setelah selesai, dihalaman detail info aplikasinya akan ada API Key, beserta Secret dan ID aplikasi tersebut.

Masukkan semua kode API Key, Secret dan ID aplikasi baru yg terkoneksi ke blog kita tadi di halaman Setting plugin Simple Facebook Connect, dan simpan dengan mengklik tombol Save Changes.

Jika modul-modul SFC lainnya diaktifkan, akan muncul pilihan-pilihan setting lainnya, tapi yg terpenting adalah ketiga setting diatas.

Permasalahan yg kemaren aku temui itu cuma satu, modul SFC – Comments-nya tidak berfungsi, dalam artian tidak muncul tombol Connect with Facebook di dalam form komentar blog ini. Katanya sih itu karena theme yg dipakai sudah ketinggalan zaman hihihi…

Memperbaikinya tidak begitu sulit, ikuti saja langkah – langkah berikut ini:

1. Buka file comments.php
2. Cari kode form input untuk nama, email dan URL website. Untuk theme 13Floor yg aku pakai ini, kodenya seperti ini:

<input id="author" name="author" size="22" type="text" value="<?php echo $comment_author; ?>" tabindex="1" /> />
	<label for="author"><small><!--?php _e('Name','13floor') ?-->
		<!--?php if ($req) _e('(required)','13floor'); ?-->
		</small></label>

<input id="email" name="email" size="22" type="text" value="<?php echo $comment_author_email; ?>" tabindex="2" /> />
	<label for="email"><small><!--?php _e('Mail (will not be published)','13floor') ?-->
		<!--?php if ($req) _e('(required)','13floor'); ?-->
		</small></label>

<input id="url" name="url" size="22" type="text" value="<?php echo $comment_author_url; ?>" tabindex="3" />
	<label for="url"><small><!--?php _e('Website','13floor') ?--></small></label>

Setiap theme pastinya bisa jadi berbeda-beda, jd cukup cari kode input type=”text” name=”author” untuk kolom nama, input id=”email” name=”email” untuk kolom email, dan input id=”url” name=”url” untuk kolom URL.

3. Tambahkan kode berikut ini tepat sebelum semua kode untuk menampilkan form input diatas:

<div id="comment-user-details">
<?php do_action('alt_comment_login'); ?>

dan tambahkan kode berikut ini tepat setelah semua kode tadi:

</div>

Hasil akhirnya akan menjadi seperti dibawah ini. Perhatikan kalau ketiga baris kode tambahan tadi cuma mengapit semua kode form yg asli:

<div id="comment-user-details">
<!--?php do_action('alt_comment_login'); ?-->

<input id="author" name="author" size="22" type="text" value="<?php echo $comment_author; ?>" tabindex="1" /> />
	<label for="author"><small><!--?php _e('Name','13floor') ?-->
		<!--?php if ($req) _e('(required)','13floor'); ?-->
		</small></label>

<input id="email" name="email" size="22" type="text" value="<?php echo $comment_author_email; ?>" tabindex="2" /> />
	<label for="email"><small><!--?php _e('Mail (will not be published)','13floor') ?-->
		<!--?php if ($req) _e('(required)','13floor'); ?-->
		</small></label>

<input id="url" name="url" size="22" type="text" value="<?php echo $comment_author_url; ?>" tabindex="3" />
	<label for="url"><small><!--?php _e('Website','13floor') ?--></small></label>

</div>

Done!

Selamat mencoba, dan marilah kita promosikan blog kita melalui situs social network #1 dunia :D

Satu fakta yg menarik, katanya Facebook saat ini merupakan situs paling banyak dikunjungi pengguna internet US, mengalahkan situs pencari Google.

Tren terbaru yg muncul belakangan ini, banyak situs besar sekarang menyediakan alternatif login lewat Facebook, contoh sederhana aja Yahoo! Mail hihihi…

Purwedi Kurniawan
Blogger and WordPress plugin developer.

Read more...


Penggunaan Hanya %postname% Sebagai Permalink itu Salah!

WordPress Permalink

Oh teman, ternyata penggunaan HANYA %postname% (atau %postname%.html) saja di permalink blog WordPress itu dari SISI PERFORMANCE SALAH besar, kecuali blog WordPress kita hanya memiliki 50 artikel atau kurang. Perhatikan kalau disini aku bilang dari sisi performance, bukan dari sisi SEO ya :D

Aku kutip dari WordPress codex terbaru:

For performance reasons, it is not a good idea to start your permalink structure with the category, tag, author, or postname fields.

The reason is that these are text fields, and using them at the beginning of your permalink structure it takes more time for WordPress to distinguish your Post URLs from Page URLs (which always use the text “page slug” as the URL), and to compensate, WordPress stores a lot of extra information in its database (so much that sites with lots of Pages have experienced difficulties).

Contoh format permalink WordPress yang membuat performance situs menjadi lambat:

/%category%/%postname%/
/%author%/%postname%/
/%postname%/

Penambahan .html, .php dan lain lain sama aja ya, selama struktur permalink itu langsung berupa teks (kategori, tag, author, postname), maka permalink tersebut akan memperlambat proses loading halaman situs WordPress kita.

Hal ini terjadi karena ketika path pertama permalink tidak berupa angka atau teks statik (WP 3.x), WordPress terpaksa harus mencari tahu terlebih dahulu apakah teks tersebut sebenarnya. Apakah dia URL untuk halaman page, robot.txt, feed, comment, archive, tag, atau bahkan URL ke halaman search. Dan proses ini melibatkan perbandingan satu persatu dengan URL rewrite rules yang tersimpan di database.

Yang menjadi masalah adalah, ketika kita menggunakan permalink struktur tadi, WordPress terpaksa menyimpan aturan-aturan rewrite URL ini untuk SETIAP halaman yang ada di situs kita pada table wp_options. Bayangkan saja ketika situs kita mempunyai ribuan halaman, berapa banyak aturan-aturan rewrite URL yang harus dicek oleh WordPress ketika hendak membuka sebuah halaman.

Untungnya WordPress menawarkan cara untuk mengatasi masalah performance ini. Ada 2 pilihan yang dapat kita gunakan:

#1. Menggunakan struktur permalink berupa angka di depan %postname%

/%year%/%postname%/
/%post_id%/%postname%/

Format ini cocok untuk situs berita, karena salah satu syarat untuk bisa dimuat di Google News adalah adanya angka di URLnya.

#2. Menambahkan teks statik di depan %postname% (untuk WordPress 3.0 keatas)

/keyword/%postname%/

Format ini cocok untuk situs niche, kita bisa memperkuat onpage SEO dengan menambahkan salah satu keyword utama di URLnya.

Dengan menggunakan kedua format diatas, performance loading halaman WordPress akan dapat diperbaiki.

Jadi struktur yang mana yang harus kita pakai?

Menurutku itu tergantung jenis situsnya. Jika berupa blog pribadi, aku lebih memilih format /tahun/postname.html, akan tetapi untuk situs niche, aku lebih memilih format /keyword/postname.html.

Bagaimana dengan kamu teman?

Oya, setelah kamu mengganti struktur permalink, jangan lupa untuk mengaktifkan pilihan “Automatically do 301 redirects for permalink changes:” di plugin Platinum SEO Pack, atau menggunakan plugin permalink migration lainnya seperti Permalinks Moved Permanently or Dean’s Permalink Migration. Ini untuk mencegah error 404 page not found setelah terjadi perubahan permalink tadi :D

Update Februari 21, 2011:

Permalink berformat hanya %postname% itu dari sisi SEO TIDAK salah, jadi selama situsnya belum terasa berat, tidak ada keharusan untuk mengubah permalinknya. Jika hostingnya bagus, dan loading situsnya masih dibawah 10 detik, biarkan saja permalinknya :D

Aku juga punya situs dg puluhan ribu artikel dan memang terasa sangat lambat loadingnya. Padahal themenya ringan, plugin sedikit, dan di hosting yg sama, ada situs lain dg artikel dibawah 50 yg themenya lebih berat dan diinstall banyak plugin tapi loading situsnya sangat cepat. Dari situ dapat diambil kesimpulan bahwa untuk situs dg puluhan ribu artikel, efek setting permalink yg hanya %postname% saja akan terasa banget.

Terus apa yg kulakukan? Ganti permalink? Yup, itu pasti. Dan biar benar-benar cepat, web servernya aku ganti dari Apache menjadi nginx dan aku install php eAccelerator. Hasilnya, situs yg tadinya lambat banget, sekarang jadi cuma butuh 1, 2 detik saja untuk membuka sebuah halaman :)

Referensi:

  1. WordPress Codex – Using Permalink
  2. WordPress Trac – Optimize Rewrite Rule Generation
  3. Category in Permalinks Considered Harmful
Purwedi Kurniawan
Blogger and WordPress plugin developer.

Read more...


Panduan Dasar Mengamankan Situs WordPress

Panduan ini dasar banget, tapi ku kira bisa dijadikan langkah awal untuk melindungi situs WordPress kita dari serangan orang2 yg tidak bertanggung jawab.

Minimal install 3 plugin ini:

- Login lockdown: untuk mencegah brute force attack password + user name
- WordPress Firewall: untuk mencegah serangan hacker
- Block bad queries (BBQ): sama, mencegah serangan hacker

Ubah Setting Default WordPress

1. Tambahkan kode ini di file wp-config.php, tepat setelah kode <?php

ini_set("display_errors", 0);
error_reporting(0);

Fungsinya menyembunyikan pesan error dari pengunjung. Pesan error biasanya mengandung nama akun cpanel kita.

2. Hapus username bawaan Admin, dan gunakan username baru yg susah di tebak. Ubah display name user baru tadi menjadi Admin, agar seakan2 kita tetap menggunakan user name Admin.

Caranya, buat dulu user baru dg nama unik, beri dia hak akses administrator, dan ubah display namenya menjadi Admin/Administrator/Nama kamu, yg penting berbeda dg usernamenya.

Setelah itu, login lewat user baru tadi, dan hapus user name Admin.

Update 11.03.10: Cara gampangnya bisa menggunakan plugin Username Changer.

3. Ganti table prefix database dari wp_ menjadi sesuatu yg sulit seperti wp_x281_ dsb

Caranya bisa mengikuti panduan 6 langkah sederhana mengubah tabel prefix WordPress ini.

Update 11.03.10: Cara gampangnya bisa menggunakan plugin WordPress Table Prefix Rename atau plugin WP Table Prefix Changer.

4. Buat file .htaccess baru di folder public_html/wp-admin yg isinya sbb:

order deny,allow
deny from all
allow from 222.124.144.182

222.124.144.182 adalah contoh IP address yg sedang anda gunakan.

Fungsinya agar hanya IP address tsb yg dapat masuk ke halaman admin blog wordpress kita. Pengunjung dari IP address yg lain akan mendapatkan Error 404, Page not found.

Jika menggunakan layanan internet yg IP addressnya selalu berubah, sebelum masuk ke halaman admin, edit dulu file .htaccess tadi lewat FTP/Filezilla dan ubah IPnya sesuai IP saat itu.

Alamat IP address kita saat ini bisa diliat lewat situs http://whatismyip.org

Memang jd agak susah untuk masuk ke halaman admin, tapi kan susah sedikit lebih baik dibanding situsnya di hack orang dan hasil kerja keras kita bertahun2 ilang diambil maling :(

Beneran, stress banget kalau akun/situs kita diambil orang, percaya deh, been there :’(

Update Febr 01, 2011:

5. Tambahkan kode berikut ini di dalam file .htaccess yg ada di root folder:

# PROTECT WP-CONFIG.PHP & WP-SETTINGS.PHP
<FilesMatch "(wp-config|wp-settings)\.php$">
Order deny,allow
deny from all
</FilesMatch>

# STRONG HTACCESS PROTECTION
<Files ~ "^.*\.([Hh][Tt][Aa])">
order allow,deny
deny from all
satisfy all
</Files>

# DISABLE DIRECTORY BROWSING
Options All -Indexes

# PREVENT FOLDER LISTING
IndexIgnore *

# PROTECT AGAINST DOS ATTACKS BY LIMITING FILE UPLOAD SIZE
LimitRequestBody 10240000

Fungsi dari masing2 kode ada di baris yg dimulai dengan # dan kutulis dengan huruf besar semua.

Salam
[Poer]

NB:
Panduan ini tadinya aku tulis untuk menjawab pertanyaan di forum AB, baru kemudian aku perbaiki bahasanya dan kuposting ulang ke blog eXclusive WordPress ini. Jadi kalau ada yg merasa pernah baca di forum haraf maklum ya :)

Purwedi Kurniawan
Blogger and WordPress plugin developer.

Read more...


Better Better Search Plugin – Part 2

Menyambung oprekan Better Search plugin sebelumnya, sekarang mari kita tambahkan fitur search excerpt dan search terms highlighter.

Search excerpt: Menampilkan bagian dari isi artikel yang mengandung kata yang dicari oleh pengguna.
Search terms highlighter: Menebalkan dan memberikan warna background (dengan bantuan CSS) pada kata kunci yang di cari.

Fungsi berikut ini bisa ditambahkan di bagian akhir file better-search.php, nanti akan kita gunakan untuk mengambil search excerpt dari isi artikel.

/**
 * return excerpt containing search terms
 * base on wp_search_extract plugin
 * purwedi kurniawan/exclusivewordpress.com
 */
function pk_get_search_excerpt($content,$full_term) {
    $stripped_content = strip_tags($content);
    $position = stripos($stripped_content, $full_term);
	$full_term = stripslashes($full_term);

    if ($position !== FALSE) {
      $start = $position > 150 ? $position - 150 : 0;
      $before_length = ($start == 0) ? $position : 150;
      $before = substr($stripped_content, $start, $before_length);
      $after = substr($stripped_content, $position + strlen($full_term), 150);
      return $before . '' . $full_term . '' . $after;
    }

	preg_match_all('/".*?("|$)|((?<=[\\s",+])|^)[^\\s",+]+/', $full_term, $matches);
	$terms = array_map(create_function('$a', 'return trim($a, "\\"\'\\n\\r ");'), $matches[0]);

    foreach ($terms as $term) {
      $position = stripos($stripped_content, $term);
      if ($position !== FALSE) {
        $start = $position > 150 ? $position - 150 : 0;
        $before = substr($stripped_content, $start, 150);
        $after = substr($stripped_content, $position + strlen($term), 150);
        return $before . '' . $term . '' . $after;
      }
    }   

	return $content;
}

Selanjutnya, cari kode berikut ini di file better-search.php, baris 242.

foreach($searches as $search){
	$post_title = trim(stripslashes($search->post_title));
	$excerpt = htmlspecialchars(trim(stripslashes($search->post_excerpt)));
	$content = trim(stripslashes($search->post_content)); ?>
	<h2><a href="<?php echo get_permalink($search->ID);?>" rel="bookmark"><?php echo $post_title;?></a></h2>
	<p>
		<?php if ($search->score > 0) {
			_e('Relevance Score: ', BSEARCH_LOCAL_NAME); printf("%.3f", $search->score);
			echo '    ';
		}
		echo date('Y-m-d H:i:s',strtotime($search->post_date)); ?>
	</p>
	<p><?php if($excerpt){echo $excerpt;} else {echo search_excerpt($content);} ?></p>
	<?php
}

dan gantikan dengan kode berikut ini:

foreach($searches as $search){
	$post_title = trim(stripslashes($search->post_title));
	$keys= explode(" ",$s);
	$post_title = preg_replace('/('.implode('|', $keys) .')/iu','<strong class="search-match">\0</strong>',$post_title);				

	$excerpt = htmlspecialchars(trim(stripslashes($search->post_excerpt)));
	$content = trim(stripslashes($search->post_content)); ?>
	<h2><a href="<?php echo get_permalink($search->ID);?>" rel="bookmark"><?php echo $post_title;?></a></h2>
	<p><?php echo '[...] '.pk_get_search_excerpt($content,$s).' [...]'; ?></p>
	<?php
} 

Kode diatas berguna untuk mengganti hasil pencarian plugin Better Search dengan versi modifikasi yang sudah menebalkan kata kunci dan menampilkan search excerpt.

Untuk memberikan warna latar pada kata kunci, tambahkan kode berikut ini di file style.css template yang sedang digunakan.

strong.search-match { background: yellow; }

Buat yang mau mencoba plugin Better Search versi modifikasi ini, silahkan download dari link berikut ini:

[Download]

Rgds
[Poer]

Purwedi Kurniawan
Blogger and WordPress plugin developer.

Read more...

Twitter

Facebook Photos

Visit also our social profiles:

Scroll to top